[BATAM] - Suasana ruangan ICU lantai dua gedung RSUD Batam, Sabtu (28/1) pagi terlihat ramai. Rombongan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo bersama pengurus lembaga koordinasi kesejahteraan sosial (LKKS) mengunjungi langsung pelaksanaan operasi katarak gratis kepada 70 lansia kurang mampu.
Pelayanan operasi Katarak ini merupakan program low vision LKKS yang bekerjasama dengan Bank Mandiri pusat, Perdami,dan RSUD Batam.
Ketua lembaga koordinasi kesejahteraan sosial (LKKS) Prov Kepri, Rekaveny Soerya Respationo, menyebutkan program sosial ini merupakan agenda pertama dari LKKS untuk pemberantasan buta di Kepri dan akan menjadi agenda rutin selanjutnya dengan bidang bantuan sosial kesehatan masyarakat kurang mampu.
“Hari ini kita melakukan operasi untuk 70 orang pasien dari 100 orang yang kami targetkan. Selain layanan konsultasi awal, kami juga memberikan layanan konsul dan pengobatan hingga 3 minggu setelah operasi,” ungkap Rekaveny.
Perawatan diberikan hingga tiga minggu setelah operasi dilaksanakan. Rekaveny menjelaskan pasien katarak yang dioperasi saat ini baru berasal dari Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun. Dan masih banyak calon pasien yang masih merasa takut untuk dioperasi. Sebagai contoh, batalnya operasi katarak bagi 19 orang dari graha lansia karena takut dioperasi.
“Kami minta doa dari seluruh masyarakat Kepri agara kegiatan operasi ini berjalan lancar dan semakin banyak masyarakat yg berminat untuk dioperasi katara gratis,” harapnya. (eja)


